BALIKPAPAN – Di tengah suasana menjelang perayaan Natal 2025, bagaimana makna ibadah dapat menjadi sumber penguatan iman dan harapan bagi warga binaan? Pertanyaan tersebut terjawab melalui pelaksanaan ibadah Minggu yang berlangsung dengan khidmat di Rumah Tahanan Negara Kelas IIA Balikpapan pada Minggu, 14 Desember 2025.
Kegiatan ibadah ini dilaksanakan dalam dua sesi untuk mengakomodasi seluruh warga binaan beragama Kristen. Ibadah pagi yang dimulai pukul 10.00 WITA dipimpin oleh pelayanan dari GBI Sangkakala, sementara ibadah sore pukul 14.00 WITA dilayani oleh Gereja Rock Ministry. Kedua ibadah berlangsung tertib, penuh sukacita, serta mengikuti ketentuan keamanan dan tata tertib rutan.
Pelaksanaan ibadah ini menjadi bagian penting dari pembinaan kepribadian warga binaan, khususnya dalam memperkuat nilai-nilai spiritual, ketenangan batin, serta refleksi diri menjelang Natal 2025. Momen ibadah dimanfaatkan oleh warga binaan untuk berdoa, memuji Tuhan, dan memohon kekuatan agar mampu menjalani masa pembinaan dengan sikap yang lebih baik dan penuh harapan.
Kepala Rutan Kelas IIA Balikpapan, Agus Salim, menyampaikan bahwa pelayanan keagamaan merupakan hak dasar warga binaan yang harus terus dipenuhi, terlebih menjelang hari besar keagamaan seperti Natal.
“Ibadah Minggu ini menjadi sarana penting untuk menumbuhkan ketenangan jiwa dan penguatan iman warga binaan, khususnya dalam menyambut Natal 2025. Kami berharap melalui ibadah ini, warga binaan dapat merefleksikan diri, memperbaiki sikap, serta menyiapkan hati untuk menjadi pribadi yang lebih baik ke depannya, ” ujar Agus Salim.
Melalui pelaksanaan ibadah yang rutin, aman, dan penuh makna, Rutan Balikpapan terus berkomitmen menghadirkan pembinaan yang humanis dan berorientasi pada pemulihan spiritual. Menjelang Natal 2025, ibadah Minggu ini menjadi simbol bahwa harapan, kasih, dan damai Natal tetap hidup dan tumbuh, bahkan di balik tembok pemasyarakatan.

Updates.