Balikpapan, 24 Oktober 2025 – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Balikpapan yang dibawahi oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Timur terus berinovasi dalam menciptakan program pembinaan yang bermanfaat bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Salah satu bentuk pembinaan tersebut diwujudkan melalui program asimilasi di Rutaba Café, di mana warga binaan dilatih menjadi barista profesional.
Program ini menjadi bagian dari upaya Rutan Balikpapan untuk memberikan bekal keterampilan kerja kepada warga binaan agar mereka memiliki keahlian yang dapat digunakan setelah bebas nanti. Para peserta pelatihan tidak hanya diajarkan teori, tetapi juga praktik langsung mulai dari mengenal jenis-jenis kopi, teknik penyeduhan, hingga penyajian kepada pelanggan.
Kepala Rutan Kelas IIA Balikpapan, Agus Salim, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata pembinaan kemandirian di bidang kuliner dan pelayanan publik.
“Melalui Rutaba Café, kami ingin menumbuhkan rasa tanggung jawab dan semangat kerja warga binaan. Ketika mereka bebas nanti, mereka tidak hanya kembali ke masyarakat, tetapi juga membawa keterampilan baru yang bernilai ekonomi, ” ujarnya.
Pelatihan barista ini juga mencakup materi tentang etika pelayanan, kebersihan area kerja, dan manajemen sederhana dalam pengelolaan kafe. Warga binaan yang mengikuti program ini ditempatkan di Rutaba Café secara bergilir di bawah pengawasan petugas.
Selain memberikan manfaat bagi peserta, kegiatan ini juga menjadi sarana sosialisasi kepada masyarakat bahwa pembinaan di Rutan tidak hak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga pada pemberdayaan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Dengan adanya program ini, Rutan Balikpapan berharap dapat mencetak warga binaan yang siap bersaing di dunia kerja dan menjadi individu yang produktif, mandiri, serta diterima dengan baik oleh masyarakat

Updates.