Dukung Pembinaan Optimal, Rutan Balikpapan Mutasi Warga Binaan ke Lapas Perempuan Tenggarong

    Dukung Pembinaan Optimal, Rutan Balikpapan Mutasi Warga Binaan ke Lapas Perempuan Tenggarong

    Ballikpapan — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Balikpapan di bawah naungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Timur melaksanakan mutasi Warga Binaan ke Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Tenggarong dalam rangka optimalisasi pembinaan, Senin (02/02/2026).

    Sebanyak 7 orang Warga Binaan Rutan Balikpapan dan 5 orang Warga Binaan dari Lapas Tarakan yang sebelumnya dititipkan di Rutan Balikpapan dimutasi ke Lapas Perempuan Tenggarong. Kegiatan ini dilaksanakan dengan pengawalan ketat oleh 5 orang petugas Rutan Balikpapan dan 2 personel Brimob, serta sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku. Proses mutasi dipimpin langsung oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka. KPR) Muhammad Adi Putra bersama jajaran pengamanan.

    Tahapan mutasi diawali dengan pengeluaran Warga Binaan dari kamar hunian, dilanjutkan dengan pengambilan sidik jari serta pencatatan dalam buku register sebagai bagian dari administras. Selanjutnya, petugas melakukan pemeriksaan badan dan barang guna memastikan tidak adanya barang terlarang yang dibawa selama proses pemindahan.

    Setelah seluruh tahapan administrasi dan pengamanan selesai, Warga Binaan diberangkatkan menuju Lapas Perempuan Tenggarong menggunakan kendaraan Transpas dengan pengawalan petugas guna menjamin keamanan, ketertiban, dan kelancaran selama perjalanan.

    Kepala Rutan Kelas IIA Balikpapan, Agus Salim, menyampaikan bahwa mutasi ini merupakan langkah strategis dalam mendukung pengelolaan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan berorientasi pada pembinaan.

    “Mutasi 12 Warga Binaan ini dilakukan untuk mendukung pembinaan yang lebih optimal di Lapas Perempuan Tenggarong. Seluruh tahapan dilaksanakan sesuai SOP dengan mengutamakan aspek keamanan dan keselamatan, ” ujar Agus Salim.

    Mutasi Warga Binaan ini menjadi bagian dari kebijakan pemasyarakatan dalam mendukung pelaksanaan pembinaan yang berkelanjutan dan humanis. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif hingga Warga Binaan tiba di Lapas Perempuan Tenggarong.

    #Pemasyarakatan #Kemenimipas #DitjenPAS #Guardandguide

    Muhammad Febri

    Muhammad Febri

    Artikel Sebelumnya

    Hidroponik Jadi Media Pembinaan Produktif,...

    Artikel Berikutnya

    Perkuat Pembinaan Rohani, Rutan Balikpapan...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Mahkamah Agung: Keadilan Restoratif Dominasi Vonis Pidana di 2025
    Satgas Gulbencal TNI AD Percepat Rehabilitasi SDN Lhok Medang Ara Aceh Tamiang
    Ukhti Ciptawaty Resmi Raih Gelar Doktor ke-54 Program Doktor Ilmu Ekonomi Unila, Teliti Efektivitas BPNT dan PKH
    KAKA SAPA Akan Berdiri di Universitas Borobudur, Kolaborasi KADIN dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak
    Pulihkan Akses Warga, TNI AD Bangun Jembatan Gantung Perintis Garuda di Padang

    Ikuti Kami