Pendeta Ginting Ajak Warga Binaan Rutan Balikpapan Berubah Jadi Lebih Baik

    Pendeta Ginting Ajak Warga Binaan Rutan Balikpapan Berubah Jadi Lebih Baik

    Balikpapan, Minggu, 26 Oktober 2025 – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Balikpapan yang dibawahi oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Timur kembali melaksanakan ibadah Minggu rutin bersama warga binaan Nasrani.

    Ibadah kali ini dipimpin oleh Pendeta Ginting dari Gereja Bethany, dengan khotbah yang mengangkat pesan perubahan menuju kehidupan yang lebih baik. Dalam firman yang disampaikan, Pendeta Ginting mengingatkan bahwa setiap manusia memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri dan meninggalkan kebiasaan lama yang tidak berkenan di hadapan Tuhan.

    “Perubahan bukan sekadar kata, tetapi tindakan nyata yang menunjukkan bahwa kita mau hidup lebih baik dan lebih dekat dengan Tuhan, ” ujar Pendeta Ginting dalam khotbahnya.

    Suasana ibadah berlangsung penuh khidmat dan haru, dengan lantunan puji-pujian yang menggugah semangat warga binaan untuk terus berbenah diri. Melalui kegiatan keagamaan seperti ini, diharapkan warga binaan dapat memperkuat iman, memperbaiki moral, serta menumbuhkan harapan baru dalam menjalani masa pembinaan di Rutan Balikpapan.

    Kepala Rutan Kelas IIA Balikpapan, Agus Salim, menyampaikan apresiasinya atas dukungan Gereja Bethany yang secara rutin membimbing warga binaan dalam pertumbuhan rohani. “Kegiatan ibadah ini menjadi bagian penting dari pembinaan kepribadian, agar warga binaan mampu kembali ke masyarakat dengan karakter yang lebih baik, ” ungkapnya.

    Muhammad Febri

    Muhammad Febri

    Artikel Sebelumnya

    Humanis dan Tegas, Rutan Balikpapan Bersama...

    Artikel Berikutnya

    Rutan Balikpapan Bangun Semangat Kerja dan...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Hadiri Sertijab Danskadron Udara 11
    KemenTrans Dukung Penuntasan Kasus Korupsi Lahan Transmigrasi di Kutai Kartanegara
    Kekayaan Intelektual Jadi Jaminan Kredit Usaha Hingga Rp500 Juta
    Komnas HAM Desak Pemeriksaan KaBAIS Terkait Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS
    AS dan Israel Terpecah Belah Soal Akhiri Perang dengan Iran

    Ikuti Kami