BALIKPAPAN – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Balikpapan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Timur terus memperkuat komitmennya dalam memberikan pelayanan kesehatan yang optimal bagi Tahanan dan Warga Binaan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelayanan rutin di Klinik Pratama Rutan Balikpapan yang dilaksanakan secara berkala guna memastikan kondisi kesehatan Warga Binaan tetap terpantau dengan baik, pada Rabu (01/04/2026).
Pelayanan kesehatan diberikan setiap hari kepada seluruh Tahanan dan Warga Binaan tanpa terkecuali, baik yang mengeluhkan gangguan kesehatan maupun yang menjalani kontrol rutin. Pemeriksaan meliputi pengecekan tanda-tanda vital, konsultasi medis, pemberian obat sesuai diagnosis, hingga pemantauan kesehatan lanjutan sebagai langkah preventif serta deteksi dini terhadap potensi penyakit.

Sebagai bentuk pemenuhan hak dasar, Rutan Balikpapan telah dilengkapi fasilitas kesehatan berizin berupa Klinik Pratama yang berada di dalam lingkungan rutan. Dokter Penanggung Jawab Klinik, dr. Karunia Ronie Nente, bersama tim kesehatan secara konsisten memberikan pelayanan medis dengan mengedepankan profesionalitas dan standar pelayanan yang berlaku.
Kepala Rutan Balikpapan, Agus Salim, turut menyampaikan apresiasi kepada jajaran tenaga kesehatan atas dedikasi yang diberikan. Beliau menegaskan bahwa kesehatan Tahanan dan Warga Binaan merupakan prioritas utama dalam mendukung proses pembinaan yang berjalan optimal.
“Pelayanan kesehatan yang baik menjadi fondasi penting dalam menciptakan lingkungan Rutan yang sehat dan kondusif. Ini adalah wujud komitmen kami dalam menghadirkan layanan yang humanis, profesional, serta berorientasi pada pemenuhan hak-hak dasar Tahanan dan Warga Binaan, ” tegasnya.

Melalui layanan kesehatan yang berkesinambungan, Rutan Balikpapan terus berupaya memastikan setiap Tahanan dan Warga Binaan mendapatkan hak kesehatan secara layak, sehingga proses pembinaan dapat berjalan dengan aman, tertib, dan optimal.
#Pemasyarakatan #Kemenimipas #DitjenPAS #Guardandguide

Muhammad Febri