BALIKPAPAN — Bagaimana upaya konkret pemasyarakatan dalam memutus rantai buta aksara dan meningkatkan kualitas kepribadian Warga Binaan? Komitmen tersebut kembali ditunjukkan Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Balikpapan bersama Peserta Magang Batch 3 Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) melalui kegiatan pemberantasan buta aksara bagi Warga Binaan, yang dilaksanakan pada Rabu, 14 Januari 2026.
Kegiatan ini berlangsung di Gedung Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) “Rumah Cahaya” Rutan Kelas IIA Balikpapan dan merupakan bagian dari pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan di bidang pembinaan kepribadian Warga Binaan. Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan dasar membaca dan menulis bahasa Arab sebagai fondasi penting dalam proses pembinaan dan reintegrasi sosial.
Kepala Rutan Kelas IIA Balikpapan, Agus Salim, hadir langsung bersama peserta magang Batch 3 Kemenaker yang berperan aktif sebagai fasilitator pembelajaran. Dengan pendekatan humanis dan komunikatif, kegiatan ini dirancang agar Warga Binaan dapat mengikuti proses belajar dengan nyaman, bertahap, dan sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Menurut Agus Salim, pemberantasan buta aksara merupakan langkah strategis dalam pembinaan kepribadian karena literasi dasar menjadi kunci bagi Warga Binaan untuk mengakses pengetahuan, meningkatkan kepercayaan diri, serta membuka peluang pengembangan diri selama dan setelah menjalani masa pembinaan.
“Pendidikan dasar adalah hak setiap warga negara, termasuk Warga Binaan. Melalui program ini, kami ingin memastikan tidak ada lagi Warga Binaan yang tertinggal dalam hal kemampuan literasi. Sinergi dengan peserta magang Kemenaker menjadi energi positif dalam memperkuat kualitas pembinaan di Rutan Balikpapan, ” ujar Agus Salim.
Peserta Magang Batch 3 Kemenaker menyambut baik keterlibatan langsung dalam kegiatan ini sebagai bentuk implementasi ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama program magang. Kehadiran mereka tidak hanya membantu proses pembelajaran, tetapi juga menjadi wujud nyata kontribusi generasi muda dalam mendukung pemasyarakatan yang edukatif dan berorientasi pada perubahan.
Melalui kegiatan pemberantasan buta aksara ini, Rutan Balikpapan menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pembinaan kepribadian yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak nyata, sebagai bagian dari upaya membentuk Warga Binaan yang lebih mandiri, berpengetahuan, dan siap kembali ke tengah masyarakat.

Updates.